Pagi yang cerah dan dingin bagi kota malang
yang sekarang menjadi tempatku menimba ilmu, eh . . . tenang-tenang kawan itu
ilmu pendidikan bukan ilmu hitam. Tapi kurasa tidak akan sama bagi
perempuan-perempuan di dekat kos ku ini.bukan,bukan karena cuaca di malang yang aneh, melainkan karena karena pria satu ini,namanya
singgeh,seorang pria asal bondowoso dan ahli dalam menggoda perempuan.”ehm”
tidak ada angin,tidak ada hujan ataupun malaikat pencabut nyawa, dia batuk
dengan buruknya. Tak heran jika batuknya membuat perempuan perempuan yang tadi
cerah mengkerutkan dahinya.kebetulan sekali karena aku tinggal satu kos
dengannya dan sial sekali bagi gadis gadis ini karena tinggal di kos yang
bersebelahan dengan kami.Sehingga,terkadang aku juga ikut menggoda
perempuan.nanti akan kuceritakan orang seperti apa dia dan ada satu orang lagi
yang kurasa memiliki kesamaan dengan kami berdua. Tapi sebelumnya akan ku
ceritakan tentang ku.
Asal
ku dari daerah pinggir dan sangat pinggir sekali dari kota Palembang, konon
katanya karena terlalu pinggir jadi taktertulis di peta dan kayaknya jatuh
kelaut tuh kota. Dulu sebelum bertemu dengan orang orang ini aku adalah anak
yang pendiam. Diam kalo tidur, diam kalo makan dan juga waktu buang gas. Tak
jarang aku tidak mengatakan apa-apa meskipun aku ingin mengatakannya,yang
membuatku seperti itu adalah karena aku orang yang pemalu tapi keras kepala
mempertahankan sikap seperti itu. Pernah aku melihat seseorang yang
berkendaraan bermotor yang lupa standart tapi aku membiarkannya begitu saja
karena aku pemalu. Aku tau apa yang kalian pikirkan,memang parah sekali bukan.
Tapi itu sebelum aku bertemu dengan orang-orang stress seperti mereka. Ayahku menginginkanku kuliah di luar jawa
yaitu Malang,alasannya sangat sederhana yaitu karena di Malang ada saudaraku
yang tinggal di sana,ah alasan yang membosankan karena terlalu sering aku
mendengarnya,seseorang di kuliahkan ke tempat tertentu karena ada keluarganya
di sana seolah kualitas dari universitas itu sendiri adalah nomor dua. Sekarang
aku tau mengapa sedikit sekali orang yang kuliah keluar negeri. Dan setelah
berhasil kuliah di kota Malang ini,aku mulai berteman dengan mereka yang
akhirnya mengubah sikapku secara drastis. Tak perlu waktu banyak bagiku untuk
berubah tapi bukan menjadi ultaman,aku hanya perlu mengikuti apa yang mereka
kerjakan setiap hari karena sebenarnya aku suka sekali meniru orang lain atau
mungkin sebenarnya karena aku orang yang paling gampang di hipnotis meskipun
seseorang itu tidak pernah belajar kemampuan hipnotis.
Seperti yang ku ceritakan tadi,namanya adalah
singgih. Seorang pria asal bondowoso dan tak pernah bisa diam jika melihat
perempuan cantik,seolah hidupnya hanya untuk menggoda perempuan, meskipun
sebenarnya dia sudah punya pacar asal sidoarjo (dulu) dan kurasa pacarnya itu
adalah perempuan yang lebih mirip laki-laki karena sifatnya yang tomboy. Tak
pernah memakai rok, tenang dulu jangan berpikiran jorok. Dia lebih suka pakai
celana seperti laki-laki.disuruh pakai rok,dia malah duduk semena-mena (bukak
titik josss). Tentu saja itu membuat temanku ini malu.maklum, dia adalah orang
yang sangat menjaga imej. Setelah itu tak pernah lagi dia memakai rok,dia
menyerah pada pacarnya yang lebih mirip laki-laki itu.Mungkin itu sebabnya dia
masih tetap saja menggoda perempuan lain meskipun dalam status berpacaran. Tapi
kau harus tau,bahwa sebenarnya dia adalah orang yang setia. Meskipun berkali
kali kali kali menggoda perempuan dan pacarnya sering membuatnya merasa
kehilangan imej,tak pernah dia selingkuh, tak pernah berfikir akan mencari perempuan
lain,dia menerima pacarnya yang seperti laki laki itu meskipun tetap saja, menggoda perempuan lain. Ah,hidup ini memang
membingungkan. Singgeh sering sekali mengajakku jalan-jalan tentu saja tidak
lupa sambil mengajarkanku menggoda perempuan,dia orang yang tak pernah bisa
diam. Satu hal yang kadang membuatku kagum adalah kesopanannya, apapun yang
dilakukannya selalu saja di ikuti rasa sopan. Bahkan,maaf saja, saat buang angin pun dia tetap menyertai
rasa sopan di dalamnya. Pernah ketika kami sedang berjalan mencari makan dia
menyuruhku berjalan di depannya “yu,kamu duluan” tentu saja aku bingung apa
maksudnya “kenapa?” tanyaku,”wes ta” teriaknya dalam bahasa jawa yang artinya
kira-kira sama dengan “udah deh”. Lalu beberapa saat kemudian terdengar suara
yang samar-samar “pesss”, ah sial dia buang angin. Lalu setelah kejadian
itu,setiap dia menyuruhku berjalan di depannya, aku tidak pernah bertanya
lagi karena aku tau bahwa dia akan mengeluarkan
bau menyengat dan mematikan sebentar lagi (sangking mematikannya dulu pernah
ada dua pengendara motor dan tiga pejalan kaki yang bergelempangan
dibelakangnya). Seperti itulah dia,sangat sangat sopan.
Dan orang selanjutnya yang akan ku
perkenalkan pada kalian adalah seseorang dengan tubuh
berotot,besar,berwibawa,dan tak bisa melihat uang sedikitpun ditengah jalan
karena dia akan mengambilnya berapapun jumlahnya. Namanya adalah virgo.
Laki-laki ini adalah tipe seorang pekerja keras,ku rasa hal itu disebabkan
karena pengalamannya yang pernah menjadi seorang kuli bangunan. Luar biasa
sekali dia ini,dalam umur yang masih semuda itu dia melakukan pekerjaan yang
biasa dilakukan oleh orang-orang dewasa. Perjalanan hidupnya telah membentuknya menjadi seorang yang lebih kuat
daripada kebanyakan teman sebayanya yang lebih banyak mengeluh ketika
menghadapi masalah. Meskipun dia memiliki tubuh yang besar tapi dia tidak
pernah menggunakannya untuk menyelesaikan masalah,dia selalu menyelesaikan
masalah dengan kepala dingin.jika kau mau tau, itulah yang disebut bijaksana.
Pernah saat aku berjalan dengannya ke himpunan mahasiswa rusak atau kami sering
menyebutnya HMR yang tidak lain sebuah kontrakan yang isinya hanya orang-orang
setengah gila. Sambil berjalan dia menasehatiku yang setia mendengarkan setiap
kata-kata yang keluar dari mulutnya,”kamu itu yu kalo jadi orang jangan
pendiam,kita ini sudah mahasiswa dan itu berarti kita bukan anak kecil yang
harus di suapin lagi. Sering-sering tanya sama temenmu,sama cewek itu ga usah
malu. Coba kamu liat aku,aku dulu malu kalo ketemu cewek tapi sekarang aku
ngobrol sama mereka, goda’in mereka lho juga ga apa apa,tapi dalam batasan
tertentu” aku tau dia pasti tidak ingin jika nanti aku salah mengartikannya.
“Kita ga bisa melakukan semuanya sendirian,nyontoh laporan praktikumnya
anak-anak juga ga apa apa” dia
membungkukkan badannya lalu mengambil sesuatu dan tidak lain benda itu adalah
uang seratusan logam. Dia berusaha menyembunyikannya,tapi aku tau bahwa itu
adalah uang seratus logam,dan dia sadar bahwa aku mengetahui apa yang sedang
dia genggam erat itu. Akhirnya dia menyerah dan mengatakannya “lumayan seratus
rupiah,uang satu juta kalo ga ada seratus rupiah mana bisa di bilang satu juta”
aneh sekali bukan,baru saja dia terlihat sangat bijak dengan kata-katanya yang
ingin membuatku menjadi lebih baik tapi satu menit kemudian dia telah
menghancurkan kewibawaannya sendiri.Ironis kawan,sungguh ironis (sambil mengernyitkan dahi dan mulai
meragukan kebijaksanaanya).
Sebenarnya masih ada satu orang lagi yang
bisa ku ceritakan pada kalian,namanya adalah Nidhom. Belum pernah aku mendengar
nama seperti itu,ku pikir orang tuanya banting tulang untuk mendapatkan nama
itu,dia satu kos dengan ku yang berarti satu kos juga dengan singgeh. Dia
adalah orang yang taat beragama,baik hati,setia,dan kekanak-kanakan. Mulai dari
taat agama, berbeda dari kami bertiga, dia benar-benar anti untuk menggoda
perempuan dan akan selalu setia untuk mengucap “astafirrullah” jika melihat
kelakuan setan kami. Baik hati, aku hanya perlu meminta air galonnya jika air
mineral ku habis dan dia selalu menolak uang yang ku beri “kenapa,uangnya
kurang ta dhom??” “ga’ ambil aja wes , aku ikhlas kok” ingin sekali rasanya aku
menangis di pangkuannya karena pengertiannya bahwa aku sebenarnya sedang tidak
punya uang. Kalian yang pernah ngekos pasti mengerti penderitaan ku. Akibatnya
aku bisa sedikit berhemat karena kebaikan hatinya. Setia, kali ini tentang
cinta. Dia pernah bercerita padaku bahwa dulu ada satu perempuan yang
membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak,dia begitu dekat dengannya tapi tidak
pernah berani untuk mengungkapkannya. Sampai suatu ketika dia mengatakannya dia
benar-benar melakukan sesuatu yang selama ini ditakutinya. Namun dia di tolak,
bukan karena dia tak ingin berpacaran dengannya melainkan karena sebentar lagi
nidhom akan kuliah dan secara otomatis akan jauh darinya. Sekali lagi kawan
jarak telah memisahkan cinta.Ah,benar-benar alasan yang klasik.
Kekanak-kanakan, jika
kau melihat badannya yang tinggi besar dan bermuka garang, kalian pasti tidak akan menyangka bahwa orang
ini adalah orang yang selalu mengeluh. Memang, mengeluh adalah hal yang wajar.Tapi bagaimana mungkin dia bisa
mengeluhkan hal yang sama sampai 10 kali dalam sehari. Sekarang aku mengerti mengapa
pepatah mengatakan “jangan menilai sesuatu dari sampulnya”.
#to be continue
Always miss you Dear..GK foundation...Posting lagii dong sama foto biar seru..
BalasHapus# isma :)