Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Hanya tinggal menghitung hari, Kondang Merak

        Hanya tinggal menghitung hari, 2012 segera berganti nama menjadi 2013. Ya, Sebentar lagi akan ada pergantian tahun dan seperti biasa, Lala adalah orang yang merencanakan acara pergantian tahun untuk GK.Saat itu kami sedang ada kuliah Kolokium dan Dosen masih belum juga datang. Dia memulainya dengan pertanyaan “eh rek, tahun baru iki enak e nang ndi?”. Melihat ekspresi anggota GK, sepertinya tidak ada yang berfikir untuk melewati pergantian tahun baru dengan sebuah rencana. Mungkin beberapa dari kami berfikir akan merayakan tahun baru sendiri-sendiri, seperti aku misalnya, yang berniat membiarkan tubuhku membusuk sepanjang hari di dalam kamar sampai tahun baru usai. Biasanya ketika ada rencana untuk pergi jalan-jalan ke suatu tempat, mereka semua akan mulai berisik dengan saran-saran tempat yang bermacam-macam. Misalnya Ricita yang menyarankan kami pergi ke sarangan di Magetan dan itu membuatku teringat kembali dengan tragedi kelinci, Nene mulai sibuk deng...

27 Maret 2014 "Kita Bersama; Lagi"

Hari masih pagi tapi Tiba-tiba suara hp ku berdering dengan kejamnya mengganggu tidur ku yang pulas. Dengan mata setengah terbuka aku mengintip layar hpku, kulihat nama Nene disana. Bocah ingusan itulah yang telah mengganggu kerajaan mimpiku. “haloo, kenapa ne?” “kamu dimana? Ini sekarang aku di kos Lala. Kamu bisa jemput aku ga?” tanpa memberiku celah untuk bicara, dia memerintahku semena-mena seperti biasanya. “oke.” jawab ku singkat tak bersemangat “bagus.” katanya antusias  sebenarnya itu tidak bagus untukku kawan. Pukul 07.00 aku berangkat ke kos Lala, bukan untuk menemui Lala, karena Lala sendiri sedang berkerja di BNI. Tujuanku ke kos Lala adalah untuk mematuhi perintah wanita gila satu ini. Pertama kali keluar dari kos Lala aku melihat Nene dengan dandanan anehnya. Bedaknya tebal seperti habis disebul asap knalpot bajaj, pipinya dibuat sangat merah seperti dandanan badut yang hendak melakukan pertunjukan besar, dan lingkaran matanya menghitam seperti kekurangan...

Mie Setan "Penderitaan yang Terus Berlanjut"

 Lagi, untuk kesekian kalinya lala mengajak GK ke mie setan. dimana mie yang akan kami makan benar-benar seperti setan. daripada disebut makan mie, kupikir akan lebih beradab jika kita menyebutnya makan cabai. entah bagian mananya dari mie setan ini yang menyenangkan, satu hal yang kutahu pasti adalah rasa pedasnya mungkin bisa membunuhku kapan saja. ada dua alasan mengapa aku bisa mati sewaktu-waktu. yang pertama adalah aku tidak tahan pedas. maksudku, sungguh, aku pernah kepedasan ketika memakan mie goreng di depan  kos virgo, dan yang kedua adalah mie ini benar-benar pedas. mie ini terdiri level 1 sampai level 5, untuk level satu saja cabai yang dicampur sekitar 15 buah. Ketika pertama kali aku datang mencoba mie ini, dengan PeDe nya aku memesan mie dengan level 3 yang akhirnya aku hanya bertahan sampai suapan ketiga, dimana keringat telah membasahi seluruh wajahku. Saat itulah aku tahu bahwa sombong bukanlah tindakan yang tepat ketika kamu tidak tahu apa yang kamu hadap...

Begin by WU

Hari-hari ku aman, tentram, dan sempurna, tak ada lagi kutukan yang terus mengahantui apalagi iblis yang tersenyum ramah padaku. Kau bisa merasakannya?, aku bahagia kawan, benar-benar bahagia. Aku seperti orang yang baru saja keluar dari neraka paling dalam, dan sekarang aku sedang melambai pada orang-orang yang masih berada di dalam neraka sana lalu mengejek mereka dengan sempurna. Aku bisa melihat pagi di tengah padang rumput yang hijau, burung yang berkicau, aku bahkan tak takut jika petir menyambar saat itu. Aku bebas sekarang, aku bisa membuat cerita baru setelah hari-hari suram itu. Sudah kuputuskan untuk menjalani cerita yang lebih baik dari itu, cerita dimana tidak ada kata “cabul” didalamnya, setidaknya itulah yang pernah aku pikirkan. Virgo, Singgeh, Nene, Lala, Ricita, Isma, Hari-hari terindah yang sudah kurencanakan dengan sempurna hancur setelah aku bertemu mereka. Aku tidak tau bagaimana itu bisa terjadi, kami hanya berencana untuk makan bersama, dan tiba-tiba Lala men...

F CAB#L

Seperti biasa, kami berempat selalu pergi bersama-sama. Mencari makan, jalan-jalan, dan sesekali saat berangkat kuliah, dan seperti yang telah kalian duga, kami tidak pernah menyia-nyiakan setiap perjalanan kami tanpa menggoda perempuan.”Cabul” mungkin itulah sebutan yang melekat di dahi kami. Sampai akhirnya kami membentuk sebuah geng yang berisi empat orang bersifat sinting kurasa, yang setia menggoda perempuan sampai Tuhan melaknat kami dengan menambah sedikit ketampanan kami . Nama geng itu adalah “F-cabul”,  sebuah nama yang pasti akan membuat bidadari di surga meludah pada kami. Anehnya adalah aku di tunjuk sebagai ketua dari geng terkutuk ini. “kamu kan jarang ngomong yu, jadi kamu aja yang jadi ketuanya” kata singgeh. Virgo menambahkan dengan ketegasannya yang luar biasa “awakmu ae wes, skalian buat kamu belajar ngomong”. Entah apa hubungannya antara banyak bicara dengan menjadi ketua dari sebuah geng yang akan di hujat oleh banyak orang ini. Kurasa mereka hanya ingi...

Teman by WU

Pagi yang cerah dan dingin bagi kota malang yang sekarang menjadi tempatku menimba ilmu, eh . . . tenang-tenang kawan itu ilmu pendidikan bukan ilmu hitam. Tapi kurasa tidak akan sama bagi perempuan-perempuan di dekat kos ku ini.bukan,bukan karena cuaca di malang yang aneh , melainkan karena karena pria satu ini,namanya singgeh,seorang pria asal bondowoso dan ahli dalam menggoda perempuan.”ehm” tidak ada angin,tidak ada hujan ataupun malaikat pencabut nyawa, dia batuk dengan buruknya. Tak heran jika batuknya membuat perempuan perempuan yang tadi cerah mengkerutkan dahinya.kebetulan sekali karena aku tinggal satu kos dengannya dan sial sekali bagi gadis gadis ini karena tinggal di kos yang bersebelahan dengan kami.Sehingga,terkadang aku juga ikut menggoda perempuan.nanti akan kuceritakan orang seperti apa dia dan ada satu orang lagi yang kurasa memiliki kesamaan dengan kami berdua. Tapi sebelumnya akan ku ceritakan tentang ku.  Asal ku dari daerah pinggir dan sangat pinggir ...