Langsung ke konten utama

Mie Setan "Penderitaan yang Terus Berlanjut"


 Lagi, untuk kesekian kalinya lala mengajak GK ke mie setan. dimana mie yang akan kami makan benar-benar seperti setan. daripada disebut makan mie, kupikir akan lebih beradab jika kita menyebutnya makan cabai. entah bagian mananya dari mie setan ini yang menyenangkan, satu hal yang kutahu pasti adalah rasa pedasnya mungkin bisa membunuhku kapan saja. ada dua alasan mengapa aku bisa mati sewaktu-waktu. yang pertama adalah aku tidak tahan pedas. maksudku, sungguh, aku pernah kepedasan ketika memakan mie goreng di depan  kos virgo, dan yang kedua adalah mie ini benar-benar pedas. mie ini terdiri level 1 sampai level 5, untuk level satu saja cabai yang dicampur sekitar 15 buah. Ketika pertama kali aku datang mencoba mie ini, dengan PeDe nya aku memesan mie dengan level 3 yang akhirnya aku hanya bertahan sampai suapan ketiga, dimana keringat telah membasahi seluruh wajahku. Saat itulah aku tahu bahwa sombong bukanlah tindakan yang tepat ketika kamu tidak tahu apa yang kamu hadapi.
         Seperti biasa, sms yang masuk padaku selalu berisi paksaan. awalnya terdengar seperti ajakan biasa, "ada yang mau ke mie setan habis magrib ini?" disini terlihat kalau lala mengirim sms yang sama pada orang selain aku. pada sms pertama ini aku tidak membalasnya karena aku tidak sadar jika ada sms yang masuk, tiba-tiba masuklah sms kedua dengan kata-kata "wahyu kamu ikut kan??". ini jelas sebuah ancaman, dia benar-benar ingin aku ikut menemui musuh ku itu. jika kukatakan tidak, pastilah akan ada pertanyaan lain seperti "kenapa?" atau sejenis paksaan yang disamarkan dengan bujukan "ayolah, ikut aja. kamu ga ada kerjaan kan?, mending ikut kita aja" akhirnya aku ikut pergi dengan harapan kalau hujan akan turun, sayangnya harapan tinggalah harapan.
       Aku berangkat ke kos Lala terlebih dahulu, karena setiap kali ada agenda seperti ini, kami semua akan berkumpul di kos Lala, setelah semuanya berkumpul seperti hewan Qurban yang hendak di sembelih, berteriak-teriak mengganggu tetangga yang hendak sholat isya, barulah kami berangkat bersama-sama ke tempat tujuan. Sampailah kami di tempat tujuan, yaitu “mie setan”, dengan kursi dan meja kayu berbentuk memanjang, yang sepertinya sengaja dibuat untuk orang dalam jumlah banyak atau mungkin untuk berjaga-jaga seandainya ada yang kejang-kejang kerena tidak tahan pedas, jadi mereka tinggal membaringkannya di meja itu. sesaat, ada rasa senang didalam hatiku ketika yang kami lihat ada begitu banyak orang mengantri disana. ingin sekali aku mengatakan pada mereka semua bahwa tempatnya lagi penuh, mungkin kita harus mencobanya lagi di lain hari. Sayangnya rencanaku telah sukses digagalkan oleh pelayan tak berperasaan disana, dia tiba-tiba datang dan bertanya pada Virgo "mas, ada berapa orang?", "delapan orang mas" jawab virgo santai. Melihat itu, ingin sekali rasanya aku mencekik leher pelayan itu. Lala menatapku yang sedang berfikir apakah aku akan mati gara-gara cabai, lalu dengan penuh rasa kasihan dia berkata “disini ada me angel juga lho yu, jadi ga ada cabenya gitu”, hampir tidak percaya aku mendengarnya “beneran?”, “iyaaa beneraaan” jawab Lala mencoba meyakinkanku. Sepertinya aku benar-benar bisa selamat dari rasa pedas hari ini, ingin sekali aku mengatakan pada Lala, “kenapa kamu ga bilang dari dulu?”, tapi ku urungkan  niatku itu, yang penting aku bisa terhindar dari mie setan hari ini. Dengan begitu, jadilah aku orang satu-satunya yang makan mie tanpa cabai ditempat itu.

Wahyu Utomo, 29 Maret 2014

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya tinggal menghitung hari, Kondang Merak

        Hanya tinggal menghitung hari, 2012 segera berganti nama menjadi 2013. Ya, Sebentar lagi akan ada pergantian tahun dan seperti biasa, Lala adalah orang yang merencanakan acara pergantian tahun untuk GK.Saat itu kami sedang ada kuliah Kolokium dan Dosen masih belum juga datang. Dia memulainya dengan pertanyaan “eh rek, tahun baru iki enak e nang ndi?”. Melihat ekspresi anggota GK, sepertinya tidak ada yang berfikir untuk melewati pergantian tahun baru dengan sebuah rencana. Mungkin beberapa dari kami berfikir akan merayakan tahun baru sendiri-sendiri, seperti aku misalnya, yang berniat membiarkan tubuhku membusuk sepanjang hari di dalam kamar sampai tahun baru usai. Biasanya ketika ada rencana untuk pergi jalan-jalan ke suatu tempat, mereka semua akan mulai berisik dengan saran-saran tempat yang bermacam-macam. Misalnya Ricita yang menyarankan kami pergi ke sarangan di Magetan dan itu membuatku teringat kembali dengan tragedi kelinci, Nene mulai sibuk deng...

F CAB#L

Seperti biasa, kami berempat selalu pergi bersama-sama. Mencari makan, jalan-jalan, dan sesekali saat berangkat kuliah, dan seperti yang telah kalian duga, kami tidak pernah menyia-nyiakan setiap perjalanan kami tanpa menggoda perempuan.”Cabul” mungkin itulah sebutan yang melekat di dahi kami. Sampai akhirnya kami membentuk sebuah geng yang berisi empat orang bersifat sinting kurasa, yang setia menggoda perempuan sampai Tuhan melaknat kami dengan menambah sedikit ketampanan kami . Nama geng itu adalah “F-cabul”,  sebuah nama yang pasti akan membuat bidadari di surga meludah pada kami. Anehnya adalah aku di tunjuk sebagai ketua dari geng terkutuk ini. “kamu kan jarang ngomong yu, jadi kamu aja yang jadi ketuanya” kata singgeh. Virgo menambahkan dengan ketegasannya yang luar biasa “awakmu ae wes, skalian buat kamu belajar ngomong”. Entah apa hubungannya antara banyak bicara dengan menjadi ketua dari sebuah geng yang akan di hujat oleh banyak orang ini. Kurasa mereka hanya ingi...