Hari masih pagi tapi Tiba-tiba suara hp ku berdering dengan kejamnya mengganggu tidur ku yang pulas. Dengan mata setengah terbuka aku mengintip layar hpku, kulihat nama Nene disana. Bocah ingusan itulah yang telah mengganggu kerajaan mimpiku. “haloo, kenapa ne?” “kamu dimana? Ini sekarang aku di kos Lala. Kamu bisa jemput aku ga?” tanpa memberiku celah untuk bicara, dia memerintahku semena-mena seperti biasanya. “oke.” jawab ku singkat tak bersemangat “bagus.” katanya antusias sebenarnya itu tidak bagus untukku kawan. Pukul 07.00 aku berangkat ke kos Lala, bukan untuk menemui Lala, karena Lala sendiri sedang berkerja di BNI. Tujuanku ke kos Lala adalah untuk mematuhi perintah wanita gila satu ini. Pertama kali keluar dari kos Lala aku melihat Nene dengan dandanan anehnya. Bedaknya tebal seperti habis disebul asap knalpot bajaj, pipinya dibuat sangat merah seperti dandanan badut yang hendak melakukan pertunjukan besar, dan lingkaran matanya menghitam seperti kekurangan...
Kisah kehidupan dan pertemanan yang diceritakan kembali. Namun semuanya tidak murni terjadi seperti itu ada sedikit bumbu agar lebih sedap penyajiannya.