Hari-hari
ku aman, tentram, dan sempurna, tak ada lagi kutukan yang terus mengahantui
apalagi iblis yang tersenyum ramah padaku. Kau bisa merasakannya?, aku bahagia
kawan, benar-benar bahagia. Aku seperti orang yang baru saja keluar dari neraka
paling dalam, dan sekarang aku sedang melambai pada orang-orang yang masih
berada di dalam neraka sana lalu mengejek mereka dengan sempurna. Aku bisa
melihat pagi di tengah padang rumput yang hijau, burung yang berkicau, aku
bahkan tak takut jika petir menyambar saat itu. Aku bebas sekarang, aku bisa
membuat cerita baru setelah hari-hari suram itu. Sudah kuputuskan untuk
menjalani cerita yang lebih baik dari itu, cerita dimana tidak ada kata “cabul”
didalamnya, setidaknya itulah yang pernah aku pikirkan.
Virgo,
Singgeh, Nene, Lala, Ricita, Isma, Hari-hari terindah yang sudah kurencanakan
dengan sempurna hancur setelah aku bertemu mereka. Aku tidak tau bagaimana itu
bisa terjadi, kami hanya berencana untuk makan bersama, dan tiba-tiba Lala
mengatakan “eh, kita kayak geng ya kalo jalan bareng gini” aku masih belum
menyadari bahwa ini lah awal dari semuanya. Virgo ikut ambil bicara “genk apa?
Genk Kampret a?”, untuk sesaat itu hanya terdengar seperti sebuah lelucon tapi
sejurus kemudian Lala menambahi “eh
bagus itu, KAMPRET, Komunitas Mahasiswa Prestasi Tinggi”, semuanya mengatakan
setuju untuk menggunakan nama itu pada kumpulan orang-orang seperti kami, aku
menarik nafas dan mangatakan “ok”. Aku bertanya-tanya dalam hati mengapa semua
nama genk yang kumasuki memiliki imej untuk menghancurkan hari-hariku.bagiku,
“Kampret” adalah sebuah nama yang akan membawaku kembali lagi kedalam neraka.
Mengapa kami tidak menggunakan kata-kata yang lebih baik, “geng Amal bakti”
misalnya. Tapi sudah terlambat kawan, semuanya sudah setuju dengan nama itu dan
satu-satunya yang bisa kulakukan adalah berdo’a supaya Tuhan tidak menganggap
serius nama geng kami.
Dengan
kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, maka resmilah nama geng kami adalah
GK [Geng Kampret(komunitas Mahasiswa Prestasi Tinggi)]. Lucu sekali mengingat
ada singkatan didalam singkatan. Kabar baiknya adalah Tuhan mendengarkan do’a
ku, dan kabar buruknya adalah mereka semua adalah orang-orang dengan kecerdasan
diatas rata-rata. Tujuh orang (sebelum bertambah 2 orang lagi) dengan Satu
orang bodoh didalamnya sepertiku benar-benar buruk kawan, saat mereka sibuk
dengan PKL,Skripsi, dan semua hal tentang perkuliahan, yang kulakukan adalah
berada di warnet bermain game Online. Orang sepertiku tidak akan pernah bisa
mengimbangi mereka, hanya saja untungnya mereka bisa menerima keberadaanku
begitu saja, atau kurasa itu karena tidak ada bedanya antara aku ada atau tidak
dalam genk ini.
Virgo
adalah orang pertama yang menyelamatkanku dari kesendirian, dia menjadi temanku
saat tidak ada satu orangpun yang melihatku.siapa yang tau bahwa ternyata di
balik fisiknya yang seseram itu terdapat hati yang selembut salju, meskipun
sebenarnya aku tidak tau seberapa lembut salju itu tapi setidaknya aku pernah
memegang butiran es didalam kulkas, oke, itu memang bukan salju. Kau tau,
sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka diselamatkan seperti ini, sebabnya
adalah karena aku akan selalu merasa berhutang budi untuk selamanya. Aku bukan
tipe orang yang mudah untuk merasa berhutang budi tapi setelah aku merasa
berhutang budi, maka apapun bisa kulakukan untuk membalasnya, dan itu tidak
akan cukup dengan sekali balas budi. Entah darimana kudapatkan sifat seperti
ini, hanya saja aku bahkan rela jika harus menjadi budak seseorang yang telah
menyelamatkanku. Sejak saat itulah kami menjadi seorang teman dekat, setiap
hari aku mengikutinya, yang sekarang aku sadar bahwa dulu aku terlihat seperti
hewan peliharaannya, untungnya dia tidak memberiku makanan kucing atau anjing
sambil mengatakan “wahyu, Sit down”. Virgo sendiri berasal dari keluarga yang
sederhana, seperti yang telah ku ceritakan sebelumnya, kenyataan bahwa dia
seperti memiliki sensor untuk mendeteksi uang yang ada dijalanan, dengan kata
lain “nemu uang”. Aku tidak tau dari mana dia bisa mendapatkan kemampuan yang
sangat aneh seperti itu, tapi terkadang ketika dia berbisik pelan padaku dan
jari telunjuknya sedang mengarahkan ke sesuatu, itu membuatku terkesan.
Maksudku, bagaimana mungkin dia bisa melihat uang logam seratus rupiah dengan
jarak yang menurutku cukup jauh. Mungkin orang-orang dari KPK harus merekrut
pria ini, dia pasti bisa mendeteksi dimana uang rakyat yang di korupsi oleh
para koruptor itu disimpan.
Hampir
semua orang pasti pernah mengalami yang namanya “galau”, termasuk temanku ini yang
bernama singgeh. Kejadiannya adalah ketika kami masih berada dalam satu kos,
dia bercerita tentang pacarnnya yang tomboy yang ternyata mudah sekali
menangis. Saat itu aku sedang berada diruangan tv yang sebenarnya lebih mirip
terowongan daripada ruangan,tempatnya sempit dan memanjang dengan lampu yang mati
dan tv terletak diujung terowongan itu, tiba-tiba singgeh datang dan mengatakan
“yu, aku mau curhat”, aku diam sejenak, entah mengapa rasanya aku ingin segera
pergi dari tempat terpencil itu kemudian
meyakinkan bahwa dia bukan perempuan, karena yang kutau selama ini adalah
manusia yang paling suka curhat adalah perempuan, bukan laki-laki. Singgeh
adalah seorang yang melankolis, kurasa. maksudku, coba kalian lihat kami, dari
semua anggota GK dialah yang paling banyak mantan dalam perjalanan cinta. Baru
saja setelah dia putus dari ristyana, hanya butuh waktu beberapa hari dia sudah
dapat pacar baru lagi. Awal persahabatan kami adalah ketika aku berada satu kos
dengan Singgeh, dialah orang yang menjadikanku orang yang sedikit lebih baik
dari sebelumnya. Ketika aku kesulitan dalam mengerjakan tugas kuliah, dia
mengajariku. Mengajakku belajar bersama, membangunkanku ketika harus kuliah
pagi. Dan semua hal yang kubutuhkan untuk menjadi mahasiswa dia ajarkan padaku.
Aku juga mengajarinya sesuatu kawan, sejak bertemu denganku, dia sekarang jadi
rajin ke warnet, Bermain dota di kosnya dan terkadang malas untuk masuk kuliah.
Ini lebih terlihat seperti kami sedang bertukar jiwa, dimana dia melakukan
kebiasaanku, dan aku melakukan kebiasaannya. Sempurna.
Selalu
tersenyum, kurasa dia bisa menipu siapa saja dengan senyuman manisnya bahkan
untuk ukuran dosen sekalipun. dia licik, kadang tanpa sadar aku ikut kemanapun
dia mengajakku pergi, baru setelah sampai di tempat yang dituju aku tersadar
aku tidak tau tujuannya. “ayo ikut aku” begitulah kata-kata sederhana itu
menipuku. “kemana?” tanyaku, dia diam tak menjawab. Yang dia lakukan justru
menarik tanganku tanpa ampun, membawaku ketempat foto copy dan membuang
pertanyaanku ketempat paling sunyi. Tak peduli meskipun aku terlihat seperti
orang hilang ketika dia menarikku, dengan senyuman yang selalu tersungging di
wajahnya, dia membawaku kemanapun dia pergi. Perempuan asal Sidoarjo ini
bernama Nur Hasanah, biasa dipanggil Nene. Aku pernah menanyakan padanya
mengapa dia dipanggil “Nene”, ternyata semua itu berasal dari film sinchan
dimana disana ada perempuan yang bernama “nene” dan dari sanalah teman-temannya
mulai memanggilnya dengan sebutan “Nene”. Wajahnya bulat dengan pipi penuh
daging, orang-orang biasanya menyebut wajah seperti itu babyface wajah itu selalu dibalut dengan jilbab berwarna cerah tapi
terkadang dia mengenakan jilbab berwarna hitam sekali-sekali. Sifatnya benar-benar seperti anak-anak,
manja, cengeng, dan mudah membuat semua orang menyukainya. Seperti yang
kukatakan, dia sangat mudah untuk disukai banyak orang, entah dalam arti teman
ataupun dalam arti pacar, dia pernah di perbutkan oleh tiga orang sekaligus,
sulit dipercaya jika kau mengenalnya. karena Percaya atau tidak, dia adalah
orang yang sedikit brutal. Baiklah, mungkin tidak sedikit. Salah satunya adalah
ketika dia mengendarai sepeda motor sambil sms-an dengan kecepatan 80 km/jam di
tempat ramai.
Lala,
perempuan dengan perawakan tubuh kurus dan berambut panjang, tidak tidak, aku
tidak sedang menggambarkan sosok hantu seperti di film, Oke mungkin sedikit
mirip. Kita lanjutkan, Sepertinya Lala adalah orang yang paling tau tentang
fashion dari semua personil GK. Ini bisa di lihat dari pakaian yang di
kenakannya. Menurutku, Wanita asal blitar ini benar-benar tau pakaian apa yang
cocok untuk dipakai. Selain itu, dia juga otak dari GK,sebagian besar dialah
yang selalu merencanakan setiap perjalanan kami. Misalnya pergi jalan-jalan ke WABA
sekedar untuk bisa makan bersama, ataupun pergi menonton bioskop,dan juga
sesekali dia mengajak kami pergi ke “mie setan”. Dia pintar, bahkan saat lulus,
IPKnya lebih dari 3,5, tidak bisa dibandingkan dengan makhluk rendahan dan
sering dilaknat Tuhan sepertiku ini, tapi anehnya dia selalu dibodohi oleh
Virgo, sering kali virgo membicarakan keburukannya dengan jarak yang tidak
terlalu jauh dari lala, biasanya virgo hanya berkata “udaaah...ga apa-apa, ga
bakalan denger dia”. Lalu Lala menoleh “kalian ngomongin apa sih?” dengan
santai virgo menjawab “enggak, kamu kok cantik banget”, wajahnya memerah
“alaah, gombal.” Sambil memalingkan muka. Ternyata dia benar-benar tidak sadar
kalau kami sedang membicarakan semua hal buruk tentangnya. Motto hidupnya adalah “berlakulah TULI kepada orang yang berkata bahwa kau
tidak bisa menggapai MIMPIMU”. Sepertinya motto hidupnya benar-benar sudah
bekerja.
Ricita,
tubuhnya gemuk dengan pakaian yang sangat Islami dan selalu ditutupi jilbab
berwarna ungu. bukan, dia bukan “Janda”, meskipun dia adalah wanita yang paling
tua di GK, tapi sebenarnya itu dikarenakan dia memang menyukai warna ungu. Cara
bicaranya selalu terdengar lembut dan pelan seperti teller bank, “iya, ada yang
bisa saya bantu”. Bahkan saat marah pun suaranya tetap pelan, mungkin orang
yang dimarahinya hanya berfikir kalau dia sedang memberikan khutbah sholat
jum’at. Dia sering memanggilku dengan sebutan “adek”, dan Bagiku, dia benar-benar
seperti seorang kakak. Selalu menasehatiku untuk jadi lebih baik lagi.
Misalnya, “deeek, hayo sudah sholat belum” tetap dengan suara pelannya, “belum” kataku santai, “sholat sana, nanti
keburu magrib lho” wajahku kecut melihat kearahnya “tunggu dulu, ini kan masih
jam 12, asharnya kamu taroh kemana?” , “eh salah ya?” jawabnya seolah itu bukan
apa-apa. Aku tau dia hanya bercanda karena dia adalah wanita paling mengerti
tentang agama di GK. Pernah sekali aku
ke Magetan hanya sekedar main ketempat kakek-nenek ku, lalu aku mengundang
Ricita untuk main-main ke tempatku. Itulah saat dimana setiap kali aku
bersamanya, aku selalu di hinggapi penderitaan. Dia mengajakku untuk pergi ke
Sarangan, salah satu atau mungkin satu-satunya objek wisata yang ada di magetan. Awal keberangkatan, semua tampak normal
seperti tidak ada yang salah dengan hari ini. Sesampainya di Sarangan aku
melihat ada sebuah danau yang sangat indah, airnya berwarna hijau seperti di
huni oleh banyak jenis plankton, hutan hijau yang masih sangat asri terlihat di
kejauhan, udaranya segar menyejukkan hati, dan disana sini terlihat beberapa
pengunjung saling tawar menawar harga dengan penjual pakaian. Kami mampir
sebentar di sebuah warung makan untuk mengisi perut yang kosong, “dek, mau coba
sate kelinci ga?”. Aku terkejut dengan pertanyaannya, ‘sate kelinci?” dia
tersenyum melihat wajahku yang keheranan “iya”. Aku berusaha menolaknya, tapi
paksaannya telah membawaku kedalam sebuah adegan film dengan judul “psikopat”. Hewan
lucu yang tidak berdosa itu masuk kedalam perutku tanpa ampun, aku hanya bisa
membayangkan kalau yang kumakan itu hanyalah daging ayam, berharap pemilik toko
itu adalah orang yang suka bercanda, bahkan dengan nama “sate kelinci”
sekalipun. setelah memakan makhluk yang lucu itu, Ricita mengajakku ke air
terjun yang ada di sarangan, “ayo kita ke air terjun”, kupikir air terjun
adalah tempat yang bagus untuk menghilangkan tragedi “sate kelinci”, tapi seharusnya
aku tidak mengatakan “ya” saat itu. Kami telah berjalan cukup jauh dan dia
hanya bisa mengatakan “sebentar lagi sampe kok”, aku menanjaki tangga-tangga
yang seperti tidak ada habisnya dan sekali lagi, setiap ku tanya “masih jauh
a?” dia hanya menjawab “sebentar lagi kok”, dengan sisa-sisa nafas yang kupunya
aku mencoba memberi tahunya “aku hampir mati ini, gimana?”, “halaah, aku aja
yang cewek masih kuat, masa’ kamu enggak” jawabnya santai. Tentu saja dia kuat,
dia punya banyak cadangan lemak ditubuhnya, sedangkan aku hanya punya beberapa
tulang untuk dijadikan cemilan anjing. Akhirnya kami sampai di air terjun
sarangan, tapi penderitaanku masih belum berhenti, letaknya yang ada di dataran
tinggi membuat airnya menjadi sangat dingin, kulitku yang setipis kain tanpa bagian
lemak di bawahnya langsung merasakan kedinginan, tak perlu waktu lama bagi air
disana untuk membuat mulutku bergetar seperti orang yang kesurupan, tapi
Ricita, dia hanya tertawa melihat tubuhku yang hampir beku. Aku menyesal karena
telah mengabaikan masa kecilku dulu, kenapa waktu kecil aku tidak pernah mau
makan banyak saat itu, seandainya saja waktu bisa diulang, seandainya saja
kawan. Akhirnya Aku pulang dalam keadaan kedinginan dan disebelahku terdengar
suara tertawa yang terlihat begitu puas dari seseorang yang ku anggap kakak
sendiri. Memang benar kawan, kakak tiri itu sering kali bersifat sangat kejam
pada adik tirinya, benarlah semua sinetron yang ada di tv itu. Setelah itu, aku
bertekad untuk tidak akan datang lagi ke air terjun itu, setidaknya, tidak
tanpa membawa korban lain.
Dari
semua perempuan di GK, kurasa Isma adalah perempuan yang paling menarik
perhatian. Perempuan asal Malang ini telah berhasil membuat Aku, singgeh dan
Virgo sering kali menggodanya. Naluri F-cabul kami keluar dengan sendirinya
setiap kali melihat Isma, sepertinya kami sama sekali tak memperlihatkan
tanda-tanda kalau kami akan insyaf dalam waktu dekat. Wanita ini cantiknya
bukan buatan kawan, jadi jangan salahkan kami jika ketiga setan ini
terus-terusan menggodanya. Tubuhnya agak pendek dengan pakaian yang selalu
menyejukkan mata membuatnya tetap terlihat cantik dan Dia semakin terlihat cantik
semenjak memakai jilbab. Selain itu, Isma adalah orang yang cerdas dan juga
enak untuk diajak bercanda. Benar-benar perempuan yang mendekati kesempurnaan
kawan, tapi seperti yang kubilang, dia hanya mendekati kesempurnaan, karena
sebenarnya Isma adalah satu-satunya perempuan yang tidak bisa memasak di GK,
padahal virgo pun bisa memasak. Yaah, seperti yang orang sering bilang, tidak
ada manusia yang benar-benar sempurna di dunia ini. Yang paling menakutkan dari
Isma adalah jika dia mengeluarkan kata-kata hanya sebatas satu kalimat,
biasanya selalu berakhir dengan hinaan.
Dari semua laki-laki di GK, kurasa Zaki
adalah pria yang paling di sayang Tuhan, tak bisa dibanding dengan setan-setan
seperti aku, Virgo, dan Singgeh. Ya, Zaki adalah pria yang paling taat dalam
beragama, dia sabar, suka menolong, dan kadang-kadang membahayakan nyawa teman
yang di boncengnya. Aku dan Virgo pernah di boncengnya, saat sampai di depan
kos Virgo, tiba-tiba terdengar suara pagar yang bergetar kencang, tidak lain
dan tidak bukan itu adalah suara motor Zaki yang menabrak pagar kos Virgo. Kami
kaget melihat tindakan Zaki yang terkesan gila itu, “Zak, awakmu ngantuk a?”
tanya Virgo, sayangnya dia tidak menjawab iya, dia hanya menjawab dengan
santainya “enggak kok, pingin aja”. Baiklah, mungkin dia adalah psikopat yang
taat beragama. Zaki sendiri berasal dari Kediri, sebenarnya dia adalah anggota
tambahan dari GK. Rambutnya selalu rapi dengan gaya belah pinggir, dengan
pandangan mata yang sedikit sayup. Dia hanya pria baik-baik yang selalu mengaji
di pondoknya, tapi semenjak bertemu dengan ketiga iblis di GK, dia jadi sering
meninggalkan pengajian yang ada di pondoknya dengan berbagai alasan yang sudah
di bantu oleh ketiga Iblis ini. Terakhir kudengar dia mendapatkan surat
peringatan dari pondoknya karena sudah lama tidak mengaji. Awal mula
bergabungnya Zaki ke GK adalah ketika adanya Praktikum MAP (Manajemen Akuakultur
payau). Sebagian besar (tidak semuannya ya) asisten dari praktikum MAP adalah
GK, dan CO (coordinator) asistennya Zaki. Hal ini menyebabkan GK jadi sering
mengajak Zaki ikut melakukan kegiatan tak jelas kami. Melihat wajah Zaki yang
masih polos dan tak menolak sama sekali keberadaan kami, tanpa basa basi kami
langsung mengajaknya untuk masuk GK. Inilah awal mula malaikat di kalahkan oleh
setan.
Ada
Satu lagi anggota tambahan dari GK setelah Zaki. entah bagaimana aku
menceritakan orang ini. Dia seperti mengidap skizofrenia, penyakit kejiwaan
yang membuat seseorang tidak dapat berekspresi dengan baik. Namanya Veryl
Hasan, dengan wajah datar dan perut buncit membuatnya tampak seperti anggota
DPR. Sebenarnya Verly adalah orang yang pintar, hanya saja dia mengalami
sedikit kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungannya. Dia benar-benar
telah mengubah sudut pandangku selama ini, dulu aku selalu berfikir kalau orang
yang pintar itu pasti akan lebih mudah untuk mendapatkan teman, karena
orang-orang akan berusaha mendekatimu untuk bisa mencontek padamu saat ujian.
Tentu saja, yang seperti itu tidak bisa disebut teman yang sebenarnya. Sebelas
duabelas dengan virgo yang mampu menemukan koin logam saat motor sedang melaju
kencang. Veryl bisa tau semua tempat makan dengan porsi banyak dan murah, tapi
enak. Pasti itulah yang telah membuat perutnya seperti ibu-ibu hamil 4 bulan. Salah
satu tempat makan yang pernah di beritahu Veryl adalah warung “mak Par”. Tempat
ini menjadi salah satu tempat favorit GK untuk berkumpul. Pada dasarnya warung
“mak Par” terlihat sama dengan warung-warung sederhana lainnya, bahkan warung
ini hanya menyajikan lauk ayam saja, Tapi yang membuat GK jadi sering kesini
adalah sambalnya yang luar biasa enak dan juga luar biasa pedasnya. Sepertinya
kami harus berterimakasih pada ibu-ibu hamil ini.
Komentar
Posting Komentar