Langsung ke konten utama

Zaki dan Ricita


Zaki, siapa sangka jika pria kelahiran kediri ini ternyata telah lama memendam rasa pada seorang wanita berdarah magetan yang tidak lain adalah Ricita. Berbagai cara telah diusahakannya untuk menarik perhatian Ricita, mulai dari mengajaknya makan bareng hingga mengupil di depan Ricita mengajaknya jalan-jalan, tapi dia tak bergeming sedikitpun. Ricita malah memilih pria lain untuk di jadikannya pacar. Tentu saja hal ini membuat hatinya hancur berserakan seperti upil di bawah meja, tak terhitung jumlahnya kawan. Seorang wanita yang dicintainya telah berpaling mencintai orang lain, wanita yang selalu dibawanya ke dalam mimpi kini hilang dari harapannya.
Setiap kali Virgo, aku dan Zaki tidur di kos Virgo dimana pasti akulah orang yang terlambat untuk tidur, biasanya kudengar Zaki mengigaukan nama Ricita. Pertama kudengar suara-suara tak jelas yang ternyata berasal dari Zaki.
“zak, kamu kenapa?” tanyaku
:”eeeemmm, Riciita” erang nya seperti pasien sekarat
“Zaki?” kataku sekali lagi
“Ricitaa” dia masih tetap dalam hayalannya
“Zak, kamu udang tidur apa belum sih?” kucoba untuk memastikan kesadarannya.
Dia diam tak menjawab
Cukup lama kami berdua terdiam lalu selang beberapa menit
   “Eh, enek duek reeek!” Virgo tiba-tiba berteriak kencang.
Entah Virgo sedang bermimpi apa, mungkin dia sedang menemukan uang di tengah jalan, lagi. Setelah itu kubiarkan saja mereka mengigau sesukannya. Siapa yang peduli dengan mimpi sialan mereka.
Kembali ke cerita cinta segitiga tadi, atau mungkin cinta yang tak berbalas. Sejak Ricita memilih pria lain, selalu terlukis kesedihan di wajah Zaki. Dia jadi semakin sering bolos ngaji di pondok dan begadang denganku di kos Virgo. Aku jadi senang karena akhirnya memiliki teman untuk diajak begadang. Tapi sebagai teman yang baik, tidak sombong, dan suka menolong, akhirnya ku ajak dia untuk mendiskusikan masalahnya. Sebenarnya karena sepanjang malam kami hanya bisa terdiam, Zaki tidak mau cerita dan aku tidak punya cerita. Jadilah kami berdua tampak seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar mempermasalahkan upil siapa yang paling bagus. Jadi untuk menghindari itu, ku coba untuk membuka obrolan.
“Zak, kamu kenapa? Kok keliatannya kayak sedih terus gitu.”
“aku bingung yu, Ricita ini mau tak kejar terus atau berhenti aja ya?” jawabnya lirih
Aku yang sedang menyalakan laptop langsung saja kuputar lagu fall for you dari secondhand serenade.
            Zaki melanjutkan ceritanya “kadang aku ngerasa kalo aku ga Cuma suka sama Ricita aja tapi ada perempuan lain yang tak suka juga, menurutmu gmana yu?”
Aku terdiam sejenak, sebagai pria tampan yang tak punya pengalaman tentang cinta aku harus berhati-hati dalam menjawabnnya agar tak melenceng jauh dari kenyataan. Ku tarik nafasku  dalam-dalam dan mulai berbicara.
            Ku tepuk pundaknya seraya berkata “gini zak, mencintai lebih dari satu wanita adalah insting alami seorang pria, tapi saat seorang pria mencintai wanita, Maka kamu hanya memiliki dua pilihan. Kamu harus terus mengejarnya sampai dia menyerah atau berhenti mengharapkannya”
            “saat kamu memilih mengejarnya, kamu harus yakin pada dirimu sendiri bahwa kamu akan mendapatkannya dan pasti mendapatkannya. Tapi jika kamu memilih berhenti, jangan pernah menoleh kebelakang lagi, karena orang yang kamu cintai akan menggodamu tepat setelah kamu memilih untuk berhenti” tiba-tiba aku langsung jadi pujangga cinta. kata-kata yang ku karang sendiri berhasil membuat zaki tertunduk Seolah sedang berfikir keras untuk menentukan pilihannya.
            Melihat wajah Zaki yang begitu serius memikirkannya, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan ini, kesempatan dimana aku bisa terlihat seperti seorang pria yang mempunyai banyak pengalaman tentang percintaan. Kualihkan pandanganku dari Zaki, layaknya pria yang sudah menelan banyak penderitaan cinta, ku katakan padanya
            “sekarang ini, pilihan ada di tanganmu Zak” kata kataku semakin menjadi-jadi
            “aku tidak akan menyarankanmu untuk memilih yang mana, tapi pikirkanlah baik-baik tentang apa yang akan kamu pilih nanti” lalu aku berbalik, merebahkan tubuhku, dan tidur. Tadinya aku ingin berdiri, berbalik, kemudian pergi meninggalkan Zaki sendirian lalu terjadi ledakan dimana-mana seperti dalam film-film action. Tapi itu tidak mungkin kawan, aku tidak punya cukup uang untuk membeli bom. Untuk membeli makan saja aku harus pinjam sama teman.
            Setelah malam itu, Zaki tidak pernah mengatakan apa-apa lagi. Sepertinya dia memilih untuk tetap melanjutkan perjuangnya dalam rangka mendapatkan ricita. Kurasa setiap malam dia sholat tahajut memohon supaya Ricita segera putus dengan pacarnya.
            Hal yang membuat hati Zaki menjadi sangat pilu adalah ketika pacar Ricita mengundang seluruh anggota GK untuk makan bersama di WSS (warung Steak and shake), dan itu terjadi untuk merayakan hari ulang tahun Ricita. Saat itu, hanya Zaki yang merayakannya dengan air mata. Ku coba untuk menghiburnya seperti meniup teh manis dengan sedotan, sehingga terbentuklah gelembung-gelembung di dalam minumanku tapi dia hanya melihat jijik padaku. Bahkan saat tanganku memegang hot plate yang panas, dia hanya menatap kosong padaku.

            Dua bulan kemudian, akhirnya doa-doa yang dia panjatkan setiap malam terkabul juga. Aku sangat yakin bahwa penyebabnya adalah perempuan-perempuan dari GK. Kudengar kalau mereka melakukan sidang terhadap Ricita. Alasan yang mereka gunakan adalah ingin mendapatkan kejelasan siapakah yang lebih dipilih Ricita antara pacarnya dan Zaki, tapi jangan percaya dengan alasan itu kawan, mereka pasti menyiapkan siasat licik didalamnya. Tujuan mereka sebenarnya pastilah ingin memisahkan Ricita dari pacarnya. Seberbahaya itulah mereka kawan.
              Menurut dugaaan dan pengalamanku, otak dari rencana konspirasi terhadap ricita ini pastilah Lala, sedangkan Nene akan berperan dalam mempengaruhi Ricita, Nene akan membenarkan semua perkataan kedua perempuan lainnya sambil mengupil, dan Isma akan berperan sebagai pemanas, berusaha sekeras mungkin untuk menunjukkan jika piihan yang dibuat Ricita itu adalah salah besar, dia pasti akan mengagung-agungkan Zaki bak dewa dalam motologi Yunani.
Inti dari recana ini adalah memojokkan Ricita agar lebih memilih Zaki daripada pacarnya yang sekarang. Mereka memojokkan Ricita di satu tempat lalu menyerangnya bertubi-tubi dan akhirnya Ricita menyerah, meletakkan segala bentuk pertahanannya dan mengibarkan bendera putih. Ricita akhirnya memutuskan pacarnya itu. Mendengar hal itu wajah semua anggota GK nampak terlihat senang kecuali Ricita dan Veryl. Exspresi veryl datar seperti biasa.
                Rencana kami selanjutnya adalah mendekatkan antara Zaki dan Ricita. Mereka berdua telah mendapat restu dari seluruh anggota GK. Kami mengajaknya jalan-jalaan dan makan bersama, meskipun sebenarnya itu adalah hal yang sudah biasa kami lakukan,tapi Setiap kali jalan-jalan maka kami akan merencanakan operasi “tak ada pilihan lain”, aku membonceng Nene, Virgo membonceng Lala, Veryl membonceng Isma, dan Singgeh menyeret membonceng Vita dibelakangnya, sehingga mau tak mau Ricita harus boncengan dengan Zaki. Licik sekali kawan, kami memang licik.
            Bukan hanya kami saja yang berusaha tapi Zaki juga menunjukkan perjuangannya dalam mendapatkan hati Ricita. Setiap hari dia datang ke kos Ricita dan setiap hari pula dia menginap di kos Virgo karena pondoknya sudah tutup gerbang. Kulihat wajah Zaki sekarang tampak lebih ceria dari beberapa bulan yang lalu. Sekarang dia sudah bisa mengajak Ricita jalan-jalan sendirian. Sampai pada puncaknya dia berencana merayakan acara yang sama sekali tidak bisa kami mengerti, tidak satu pun. Dia merayakan 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari nya Ricita. Meskipun acaranya tidak bisa kami mengerti, tapi perjuangnya patut di acungi jempol kaki.
            Sore hari dia berangkat sendirian ke “payung” untuk memesan tempat makan disana. sebuah tempat yang berada di kota Batu dan cukup jauh dari malang. Dia menempuh jalan mendaki dan berkelok selama perjalanan. Sialnya Zaki adalah ketika dia hendak kembali ke malang karena ingin berangkat bersama dengan GK dan membawa serta Ricita ke tempat tujuan yang sudah di siapkannya, namun tiba-tiba saja rantai sepeda motornya putus di tengah jalan. Dia berjalan sekitar 2 km sampai akhirnya menemukan sebuah masjid dan menitipkan sepeda motornya di sana. Akhirnya dia menunggu di payung dengan bermodalkan tukang ojek. Dengan begitu formasi keberangkatan kami berubah menjadi ; Virgo-Lala, Veryl-Isma, Nene-Ricita, aku-Wahyu (Baca : sendirian), singgeh juga sendirian karena ini acara yang sangat sangat khusus bagi GK, jadi tidak ada orang lain yang boleh ikut saat ini (Baca : Vita).
            Sesampainya disana kami melihat seseorang telah melambaikan tangan seperti sedang ikut acara uji nyali, yang tidak lain adalah Zaki. Kami hampiri saja pria dengan wajah setengah kusut itu, “hey yo, what’s up bro” teriakku. matanya menatapku sayu namun masih mencoba untuk tetap tersenyum. ya, salam hangatku hanya mampu membuatnya tersenyum paksa. Tanpa menghiraukan betapa lelahnya Zaki, Langsung saja kami memesan makanan dan minuman dengan biaya di tanggung pemilik acara, yaitu Zaki. Kami semua makan dengan lahap karena tak perlu memikirkan biayanya. 
          Setelah selesai menyantap hidangan kami masing-masing, maka ini adalah saatnya untuk mengungkapkan harapan-harapan tentang apa yang akan terjadi di masa depan.
               Kami bahkan merekam kejadian bersejarah ini ke dalam sebuah video. Aku mendapat giliran pertama, “ehm” aku memulai dengan batuknya pak walikota. “semoga kita masih bisa kumpul lagi, dan meskipun nanti kita udah pisah jauh kuharap kalian masih tetep ingat aku “ aku sudah seperti tipe orang yang gampang dilupakan. Kalian mungkin pernah menemui seseorang dimana butuh lebih dari satu kali untuk menanyakan namanya agar kalian bisa mengingatnya dengan baik. kurasa seperti itulah aku, gampang dilupakan. Jadi, sebelum mereka melakukannya, aku mengemis pada mereka untuk mengingat aku baik-baik. 
                  Selanjutnya adalah giliran Virgo, berbeda denganku yang memulainya dengan cara seperti pejabat daerah, Virgo memulainya dengan cara para ilmuwan. Dia mengambil gelas minumanku dan minuman Zaki lalu mencampurkannya “kita itu seperti minuman ini” dia mengibaratkan kami seperti minuman. “meskipun kita berbeda-beda tapi kita berada dalam satu wadah, satu rasa” terangnya. “mudah-mudahan kita bisa kumpul lagi kalau ada waktu longgar, belum tentu kita bisa kumpul lagi setiap setahun sekali”, beberapa saat kemudian, kata-kata bijak Virgo dilenyapkan oleh Veryl “tahun depan bawa anak masing-masing”, Yang benar saja, jika untuk mengandung anak saja membutuhkan waktu sembilan bulan, itu artinya kami harus menikah pada saat itu juga. 
                Zaki sebagai pembicara ke-3 memulainya dengan cara yang sama dengan yang aku gunakan dan mengatakan “sama dengan yang dikatakan Wahyu sama Virgo tadi ya, harapannya setelah ini kita bisa kumpul-kumpul lagi dan membahas tentang apa yang sudah kita lalui masing-masing dan juga mengungkapkan apa yang kita harapkan di masa depannya nanti” dia telah meminta kami untuk menceritakan harapan kami saat kami berkumpul kembali, ada harapan di dalam harapan. 
                   Selanjutnya adalah Veryl, tidak banyak yang dikatakannya. “insya Allah tahun depan aku masih di malang, jadi kalo kalian mau cari aku, aku ada di malang”. Bukan Ryl, itu bukan harapan sama sekali. Itu hanya sebuah pernyataan. 
                Berikutnya adalah singgeh, dia jarang sekali ikut berkumpul dengan kami dikarenakan sibuk berpacaran. Dalam kesempatan ini dia meminta maaf karena jarang ikut kumpul “sepurane rek lek aku jarang ikut kumpul” begitulah kata-katanya. Itu juga bukan harapan nggeh, bukan. 
                Oke kita lanjut ke Isma, “sekarang aku ya” ku harap isma bisa menyampaikan kata-kata yang lebih bijak dari singgeh. “aku juga minta maaf ya kalo aku suka sibuk” isma membuka kata-katanya. “kita berbeda-beda kan, kita punya tujuan masing-masing, jadi tetap semangat”. Bisakah kalian lupakan saja harapanku tadi kawan. 
                Seperti belum puas membuatku kecewa Lala malah mengucapkan terimakasih “terimakasih buat Zaki yang sudah mengadakan acara ini, terus terimakasih juga buat temen-temen yang sudah datang, ini pertama kalinya kita bisa kumpul bareng dengan anggota geng yang komplit”, cukup La, Cukup. 
                    Akhirnya Ricita sebagai pembicara terakhir mengembalikan topiknya “harapannya tahun depan dapat beasiswa ke Jepang, jadi kita nanti bisa kumpul bareng di Jepang”. Kurasa itu tidak mungkin Ricita, kami tidak akan punya uang sebanyak itu untuk bisa pergi ke Jepang.
            Tepat pada pukul 22.00 WIB, seorang pelayan pria mendatangi kami, bukan untuk memberikan struk tagihan atas apa yang telah kami makan apalagi memberikan sedekah kepada kami, meskipun aku mengharapkan sedekah itu, tapi tidak kawan, tidak ada sedekah sama sekali. Kedatangan pelayan itu tidak lain adalah untuk memberikan kue ulang tahun yang di persembahkan untuk Ricita. Kurasa Zaki ingin merayakan ulang tahun Ricita, dikarenakan hari raya ulang tahun Ricita sebelumnya telah direnggut oleh pacarnya Ricita dan sepertinya Zaki tak mau menunggu terlalu lama sampai Ricita ulang tahun lagi. Jadi, perayaan 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari itu adalah alasan yang di gunakan Zaki untuk merayakan Ulang tahun Ricita. Aku yakin sebenarnya Zaki pasti ingin membuktikan bahwa dia bisa membuat acara ulang tahun yang lebih baik daripada pacaranya Zaki, pasti.
             Setelah acaranya selesai, aku membonceng Nene sedangkan Zaki membonceng Ricita dengan meminjam motor Nene, Singgeh tetap sendirian. Kemudian setelah kami mengantar Ricita ke kosnya, Nene pulang membawa motornya, aku membonceng Zaki ke kos Virgo, kami tidur di sana. Motornya Zaki?, masih di masjid sampai keesokan harinya. Aku sedih karena  tidak ada teman begadang lagi, Zaki sudah bisa tidur dengan nyenyak sekarang dan Veryl masih konsisten.

Wahyu Utomo, 18 September 2015

Komentar

  1. sangat mengahrukan dan memotivasi..mengajarkan kita agar jangan menyerah menggapai sesuatu...right ???
    dan seperti biasa ini kereeeeeenn !!!!!!1

    BalasHapus
  2. Terimakasih wahyu... keren ceritamu.. q tunggu karyamu selanjutnya... semoga manfaat dan barokah...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanya tinggal menghitung hari, Kondang Merak

        Hanya tinggal menghitung hari, 2012 segera berganti nama menjadi 2013. Ya, Sebentar lagi akan ada pergantian tahun dan seperti biasa, Lala adalah orang yang merencanakan acara pergantian tahun untuk GK.Saat itu kami sedang ada kuliah Kolokium dan Dosen masih belum juga datang. Dia memulainya dengan pertanyaan “eh rek, tahun baru iki enak e nang ndi?”. Melihat ekspresi anggota GK, sepertinya tidak ada yang berfikir untuk melewati pergantian tahun baru dengan sebuah rencana. Mungkin beberapa dari kami berfikir akan merayakan tahun baru sendiri-sendiri, seperti aku misalnya, yang berniat membiarkan tubuhku membusuk sepanjang hari di dalam kamar sampai tahun baru usai. Biasanya ketika ada rencana untuk pergi jalan-jalan ke suatu tempat, mereka semua akan mulai berisik dengan saran-saran tempat yang bermacam-macam. Misalnya Ricita yang menyarankan kami pergi ke sarangan di Magetan dan itu membuatku teringat kembali dengan tragedi kelinci, Nene mulai sibuk deng...

F CAB#L

Seperti biasa, kami berempat selalu pergi bersama-sama. Mencari makan, jalan-jalan, dan sesekali saat berangkat kuliah, dan seperti yang telah kalian duga, kami tidak pernah menyia-nyiakan setiap perjalanan kami tanpa menggoda perempuan.”Cabul” mungkin itulah sebutan yang melekat di dahi kami. Sampai akhirnya kami membentuk sebuah geng yang berisi empat orang bersifat sinting kurasa, yang setia menggoda perempuan sampai Tuhan melaknat kami dengan menambah sedikit ketampanan kami . Nama geng itu adalah “F-cabul”,  sebuah nama yang pasti akan membuat bidadari di surga meludah pada kami. Anehnya adalah aku di tunjuk sebagai ketua dari geng terkutuk ini. “kamu kan jarang ngomong yu, jadi kamu aja yang jadi ketuanya” kata singgeh. Virgo menambahkan dengan ketegasannya yang luar biasa “awakmu ae wes, skalian buat kamu belajar ngomong”. Entah apa hubungannya antara banyak bicara dengan menjadi ketua dari sebuah geng yang akan di hujat oleh banyak orang ini. Kurasa mereka hanya ingi...